Motor boat ini merupakan sarana transportasi dari dan ke Tanjungpinang Pulau Penyengat yang biasa dipergunakan masyarakat tempatan dan wisatawan asing, namun sangat disayangkan tidak seluruhnya motor boat ini dilengkapi dengan life jacket, atau pelampung penyelelamat. [f:Haris].-
2009/02/05
Motor Boat
Motor boat ini merupakan sarana transportasi dari dan ke Tanjungpinang Pulau Penyengat yang biasa dipergunakan masyarakat tempatan dan wisatawan asing, namun sangat disayangkan tidak seluruhnya motor boat ini dilengkapi dengan life jacket, atau pelampung penyelelamat. [f:Haris].-
Pintu Masuk Tanjungpinang
Pelabuhan Sri Bintan Pura merupakan pintu masuk menuju Kota Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Propinsi Kepulauan Riau, disamping Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu masuk bagi Pengunjung dari Nusantara, juga berfungsi sebagai Pelabuhan Internasional bagi Wisatawan Manca Negara melalui Negara Singapura dan Malaysia. Namun Pelabuhan Sri Bintan Pura pada saat ini, sangat dirasakan kekurangnya fasilitas disana-sini, seperti halnya areal parkir yang tidak dapat menampung kendaraan, terutama pada saat hari libur. [f:Haris].-
2009/02/04
Sampan Layar Plastik
Nelayan Pesisir pulau Dompak, yang biasa menggunakan alat transportasi jenis ini, Pak Awang [47] yang selalu ditemani anak laki-lakinya bernama Mus [14] biasanya mengitari pesisir pulau Dompak, untuk mencari berbagai jenis ikan dan hidupan laut lainnya. Menurut Pak Awang Dulu sebelum ada penambangan Bauksit di pulau itu, ikan masih mudah untuk didapat, Namun setelah banyak limbah Bauksit, berbagai jenis ikan tak banyak lagi. Kata Dia, dalam semalam Pak Awang dan Anak sulungnya itu bisa memperoleh puluhan kilogram ikan segar, tapi sekarang jangankan ikan kerapu, ikan tamban saja sulit untuk lengket di jaring mereka. [f: Haris].-
2009/02/03
Jual Jagung Bakar Sambil Nyusui
Ibu Markonah [36], satu diantara penjual jagung bakar yang berlokasi di seputar jl. H. Agus Salim Tepi Laut Tanjungpinang. Disela-sela membakar jagung Bakar bercita rasa asin, manis dan pedas itu, ibu beranak enam ini, tidak segan-segan memberi asupan gizi bagi bayi perempuannya tercinta, Seraya menyusui bayinya, ibu Markonah, seakan berkata " kalau sudah besar nasib mu nak, jangan seperti ibu, kamu musti jadi anak yang berguna bagi Agama, keluarga, nusa dan Bangsa, Amiiiii.... [f: Haris}.
2009/02/02
Perjuangan Hidup
Randy [16],salah seorang pelajar yang masih bersekolah di salah satu SMK di Kota Tanjungpinang, yang baru duduk di kelas II jurusan Perhotelan ini, tidak segan-segan untuk melakukan pekerjaan menapel ban, di pinggir jalan, untuk membantu orang tuanya, meskipun sesekali terlihat oleh teman sekolahnya Rendy tidak bergeming untuk melakoni hidup yang penuh perjuangan ini. Menurut Rendy dia tdak terganggu sedikitpun, baik dari status sosialnya, maupun pelajaran, di sekolah, karena jam pelajaran sekolah baru dimulai pukul 13.00 WIB, jadi pada pagi harinya dirinya membantu usaha orang tuanya, sedangkan malam hari, saat dirinya untuk mengulang pelajaran. Tentang cita-citanya sangat sederhana, bagaimana setelah tamat sekolah dapat memiliki sebuah Hotel, ....semoga cita-citamu tercapai, Rendy.[f: Haris].-
Langganan:
Postingan (Atom)